Senin, 26 Mei 2014

KETUBAN PECAH DINI BESERTA GAMBAR



KETUBAN PECAH DINI (KPD)
Ketuban Pecah Dini

Definisi
Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. KPD preterm adalah KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu. KPD yang memanjang adalah KPD yang terjadi lebih dari 12 jam sebelum waktunya melahirkan.


Kejadian KPD berkisar 5-10% dari semua kelahiran, dan KPD preterm terjadi 1% dari semua kehamilan. 70% kasus KPD terjadi pada kehamilan cukup bulan. KPD merupakan penyebab kelahiran prematur sebanyak 30%.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg314y1Rwu-WXdX-wFyNMlFBBJt8yKjO4CBfno_ZoexcUON-AnwFT-LoEhyphenhyphen7XWdqW4KT1cv1OyvsdW0OVJ7HVbXN-c61VH9__pdkaDtXA_i3YUI8ycnHP7Qj0uynrZff0E_XVa73JjEuSll/s320/ketu1.jpg























Gambar 1. Ketuban Pecah

Penyebab

Pada sebagian besar kasus, penyebabnya belum ditemukan. Faktor yang disebutkan memiliki kaitan dengan KPD yaitu riwayat kelahiran prematur, merokok, dan perdarahan selama kehamilan.
Beberapa faktor risiko dari KPD :


  1. Inkompetensi serviks (leher rahim)
  2. Polihidramnion (cairan ketuban berlebih)
  3. Riwayat KPD sebelumya

  1. Kelainan atau kerusakan selaput ketuban
  2. Kehamilan kembar

  1. Trauma

  1. Serviks (leher rahim) yang pendek (<25mm)>


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ4lWHmmVnhPnlylgWVgOyvF-JAeLfoFhTSGo7nPAfVnLl9VXGCQHd7UsXncmWQvxPDGGKb1org8Vxsdpb_TbESIRXcK7Gi-KlgYP6GMR4311aRcpkmEFb-kNk3p7q8GiEDb0hhVD9-9dw/s320/ketu2.jpg
























Gambar 2. Inkompetensi leher Rahim



Tanda dan Gejala

Tanda yang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes, dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. Tetapi bila Anda duduk atau berdiri, kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya "mengganjal" atau "menyumbat" kebocoran untuk sementara.

Demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut, denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi.





Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan secara langsung cairan yang merembes tersebut dapat dilakukan dengan kertas nitrazine, kertas ini mengukur pH (asam-basa). pH normal dari vagina adalah 4-4,7 sedangkan pH cairan ketuban adalah 7,1-7,3. Tes tersebut dapat memiliki hasil positif yang salah apabila terdapat keterlibatan trikomonas, darah, semen, lendir leher rahim, dan air seni. Pemeriksaan melalui ultrasonografi (USG) dapat digunakan untuk mengkonfirmasi jumlah air ketuban yang terdapat di dalam rahim.





Komplikasi KPD

Komplikasi paling sering terjadi pada KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu adalah sindrom distress pernapasan, yang terjadi pada 10-40% bayi baru lahir. Risiko infeksi meningkat pada kejadian KPD. Semua ibu hamil dengan KPD prematur sebaiknya dievaluasi untuk kemungkinan terjadinya korioamnionitis (radang pada korion dan amnion). Selain itu kejadian prolaps atau keluarnya tali pusar dapat terjadi pada KPD.





Risiko kecacatan dan kematian janin meningkat pada KPD preterm. Hipoplasia paru merupakan komplikasi fatal yang terjadi pada KPD preterm. Kejadiannya mencapai hampir 100% apabila KPD preterm ini terjadi pada usia kehamilan kurang dari 23 minggu.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfCw6jRLGS3kT23oBOVm74PjqSBEVmOtTm573Ssk0ad-JObqnkB-CpLBhyzOvovg-3uh_pizk7VP9jxRr7FhZiZj-OhFm-K13rgnNPviSMfM8Yq8sCDxrhrzCAygsEFriyWpbZ7jsOrMsJ/s320/ketu3.jpg












Gambar 3. Keluarnya Tali Pusar

Penanganan Ketuban Pecah di Rumah
  1. Apabila terdapat rembesan atau aliran cairan dari vagina, segera hubungi dokter atau petugas kesehatan dan bersiaplah untuk ke Rumah Sakit
  2. Gunakan pembalut wanita (jangan tampon) untuk penyerapan air yang keluar
  3. Daerah vagina sebaiknya sebersih mungkin untuk mencegah infeksi, jangan berhubungan seksual atau mandi berendam
  4. Selalu membersihkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari infeksi dari dubur
  5. Jangan coba melakukan pemeriksaan dalam sendiri

Terapi

Apabila terjadi pecah ketuban, maka segeralah pergi ke rumah sakit.
Dokter kandungan akan mendiskusikan rencana terapi yang akan dilakukan, dan hal tersebut tergantung dari berapa usia kehamilan dan tanda-tanda infeksi yang terjadi.
Risiko kelahiran bayi prematur adalah risiko terbesar kedua setelah infeksi akibat ketuban pecah dini. Pemeriksaan mengenai kematangan dari paru janin sebaiknya dilakukan terutama pada usia kehamilan 32-34 minggu. Hasil akhir dari kemampuan janin untuk hidup sangat menentukan langkah yang akan diambil.

Kontraksi akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah apabila kehamilan sudah memasuki fase akhir. Semakin dini ketuban pecah terjadi maka semakin lama jarak antara ketuban pecah dengan kontraksi. Jika tanggal persalinan sebenarnya belum tiba, dokter biasanya akan menginduksi persalinan dengan pemberian oksitosin (perangsang kontraksi) dalam 6 hingga 24 jam setelah pecahnya ketuban. Tetapi jika memang sudah masuk tanggal persalinan dokter tak akan menunggu selama itu untuk memberi induksi pada ibu, karena menunda induksi bisa meningkatkan resiko infeksi.

Apabila paru bayi belum matang dan tidak terdapat infeksi setelah kejadian KPD, maka istirahat dan penundaan kelahiran (bila belum waktunya melahirkan) menggunakan magnesium sulfat dan obat tokolitik. Apabila paru janin sudah matang atau terdapat infeksi setelah kejadian KPD, maka induksi untuk melahirkan mungkin diperlukan.

Penggunaan steroid untuk pematangan paru janin masih merupakan kontroversi dalam KPD. Penelitan terbaru menemukan keuntungan serta tidak adanya risiko peningkatan terjadinya infeksi pada ibu dan janin. Steroid berguna untuk mematangkan paru janin, mengurangi risiko sindrom distress pernapasan pada janin, serta perdarahan pada otak. Penggunaan antibiotik pada kasus KPD memiliki 2 alasan. Yang pertama adalah penggunaan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah kejadian KPD preterm. Dan yang kedua adalah berdasarkan hipotesis bahwa KPD dapat disebabkan oleh infeksi dan sebaliknya KPD preterm dapat menyebabkan infeksi. Keuntungan didapatkan pada wanita hamil dengan KPD yang mendapatkan antibiotik yaitu, proses kelahiran diperlambat hingga 7 hari, berkurangnya kejadian korioamnionitis serta sepsis neonatal (infeksi pada bayi baru lahir).

Pencegahan Beberapa pencegahan dapat dilakukan namun belum ada yang terbukti cukup efektif. Mengurangi aktivitas atau istirahat pada akhir triwulan kedua atau awal triwulan ketiga dianjurkan

Selasa, 20 Mei 2014

CONTOH ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN NORMAL

ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN NORMAL PADA NY. W 20 TAHUN G1P0A0 UK 40 MINGGU DI PUSKESMAS TRIMULYO, SEKAMPUNG TAHUN 2014


 
Tanggal           :  27 Mei 2014
Pukul               :  08.45 WIB


I.         Pengumpulan Data Dasar
A.       Identitas
Nama istri                          :   Ny. W                         Nama suami :   Tn. A
Umur                                 :   20 tahun                      Umur             :   25 tahun
Agama                               :   Islam                           Agama           :   Islam
Suku                                  :   Jawa                            Suku              :   Jawa
Pendidikan                        :   SMP                            Pendidikan    :   SMA
Pekerjaan                           :   IRT                              Pekerjaan       :   Wiraswasta
Alamat                              :   Bedeng 59, Trimulyo,  Alamat         :   Bedeng 59, Trimulyo,
                                              Sekampung,                                          Sekampung,
                              Lampung Timur                                    Lampung Timur


B.       Anamnesa
1.      Alasan Kunjungan saat ini :
Kunjungan rutin pemeriksaan kehamilan.
2.      Riwayat Kehamilan ini
2.1  Riwayat Menstruasi
-          Menarche            :  Usia 12 tahun
-          Siklus haid          :  28 hari
-          Lama haid           :  6-7 hari
-          Banyaknya haid          :  ± 500 cc
-          Sifat darah haid          :  merah, encer, sedikit menggumpal
-          HPHT                 :  10-01-2010                  TP : 17-10-2011


3.         Riwayat Perkawinan
Kawin        : 1 kali
Usia perkawinan :  2 tahun
a.      Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Ibu mengatakan hamil anak pertama
b.      Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu memeriksakan kehamilannya secara teratur di bidan, yaitu:
c.       Trisemester I  : 1 x di bidan
Keluhan               : mual muntah
Anjuran               : makan sedikit tapi sering dan istirahat
Terapi         : B6
d.      Trisemester II      : 2 x di bidan
Keluhan               : tidak ada
Anjuran               : banyak makan sayur dan buah
Terapi         : Fe dan asam folat
e.       Trisemester III    : 2 x di bidan
Keluhan               : kadang merasa panas saat BAK
Anjuran               : banyak minum air putih
Terapi         : Lc dan asam folat

4.          Riwayat Imunisasi
Ibu mengatakan telah mendapatkan
TT1      : 30-7-2011
TT2      : 18-9-2011
5.           Riwayat Kesehatan
Ibu dan keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular, menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus.
a.  Riwayat Psikososial
a. Ibu dan keluarga bahagia dengan kehamilan saat ini
b. Ibu berharap kehamilan dan persalinannya berjalan normal
6.     Aktifitas sehari-hari
a. Nutrisi
                          1) Sebelum hamil: Makan 3 x sehari dengan porsi sedang  terdiri dari nasi, 
                     sayur dan lauk pauk
         2) Saat hamil: Ibu makan 3 x sehari, tidak ada perubahan pada pola makan                       
     Ibu , ibu minum 6-7 gelas/hari
b. Eliminasi
    1) Sebelum hamil:   BAB: 1 x sehari, BAK: 4-5 x sehari
    2) Saat hamil                       BAB: 1 x sehari, BAK: 6-7 x sehari
c. Istirahat dan tidur
    1) Sebelum hamil    : tidur malam + 7-8 jam, tidur siang + 1 jam
    2) Saat hamil           : tidur malam + 7-8 jam, tidur siang + 1 jam
d. Personal hygine
    Sebelum dan saat  hamil ibu mandi 2 x sehari, ganti pakaian 2 x sehari
e. Aktifitas
Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Seperti menyapu, mencuci dan memasak
                          f. Seksualitas
                              tidak ada keluhan, 2 minggu sekali

7.       Rencana kelahiran
                         Ibu mengatakan ingin bersalin ditolong oleh bidan
8.        Rencana persalinan bila terjadi komplikasi
a. Tempat rujukan yang dituju bila terjadi komplikasi:
    Rumah Sakit Umum A. Yani Metro
b.    Persiapan transportasi: ada

C.      PEMERIKSAAN UMUM
1.                   Keadaan umum
                          a.Keadaan umum: baik,         Kesadaran: composmentis
                          b.Tanda-tanda vital:
                             1)TD           : 110/70 mmHg
                             2)RR          : 20 x/menit
                             3)Nadi        : 80 x/menit
                             4)Temp       : 36,2 °C
                           c.BB sebelum hamil : 46 kg, saat hamil: 58 kg
                           d.Tinggi badan                     : 153 cm
                           e.LILA                                 : 25 cm
                   2. PEMERIKSAAN FISIK
                     a. Inspeksi
                     1) Rambut          : lurus, tidak ada ketombe dan tidak mudah rontok.
                     2) Muka             : Bentuk simetris,tidak pucat,keadaan bersih, tidak oedema
                                                                    3) Mata        :Simetris, tidak ada pembengkakan pada kelopak mata, konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik,berfungsi dengan baik,keadaan bersih.
                                                                   4) Hidung     : Bentuk sietris, keadaan bersih,tidak ada pembesaran polip ,berfungsi dengan baik.
                                                                   5) Mulut        : tidak ada kelainan bentuk pada mulut, tidak terdapat stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak caries,tidak ada pembesaran tonsil.
                                                                   6) Telinga      : Bentuk simetris, keadaan bersih,fungsi pendengaran baik.
                                                                   7) Leher        : Tiadak ada pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe, dan tidak ada pembengkakan vena jugularis.
                                                                   8) Dada         : Bentuk simetri, pergerakan nafas teratur, tidak ada benjolan abnormal, dan tidak ada gatal-gatal.
                                                                   9)Payudara   :Membesar  simetris, puting susu menonjol, hiperpigmentasi,tidak ada benjolan abnormal, keadaan puting susu bersih.
                                                                   10) Abdomen           : Bentuk simetris, membesar sesuai dengan usia kehamilan, tidak ada bekas operasi.
                                                                    11) Punggung          : Tidak ada kelainan
                                                                    12) Genetalia           : keadaan bersih, tidak ada haemoroid, tidak ada varises, dan oedema
                                                                     13) Ekstremitas       :
                                                                         - Atas     : Bentuk simetris, tidak ada cacat, tidak ada oedema
                                                                         - Bawah : Bentuk simetris, tidak ada oedema, dapat berfungsi dengan baik.
                                                    b. Palpasi
                                                                 1) Leopold I   : TFU 31 cm
                                                                                Pada fudus teraba lunak, dan kurang melenting yang berarti    bokong.
                                                                 2) Leopold II  : pada bagian kanan teraba keras, datar, memanjang berarti punggung, pada bagian kiri teraba bagian – bagian kecil yang berarti ekstemitas.
                                                                 3) Leopold III            : Bagian terbawah janin teraba keras,bulat, dan melenting yang berarti kepala.
                                                                 4) Leopold IV            : Divergen, penurunan kepala 4/5.
                                                                 5) TBJ   : ( TFU – 11 ) x 155
                                                                              : ( 31- 11) x 155
                                                                              : 3100 gr
c.    Auskultasi
1)        DJJ ada terdengar disebelah kanan dibawah pusat ibu frekuensi 130 x/menit teratur.
2)         Paru-paru tidak terdengar ronchi dan whezing
3)         Jantung ibu, detak jantung teratur, tidak terdengar mur-mur
d.   Perkusi
Reflek patella positif dan reflek babinski negatif.
3.   Pemeriksaan laboratorium
a.       Hb              : 11 gr %
b.      Protein urien : (-)
c.       Reduksi urien   : (-)

II.             INTERPRETASI  DATA  DASAR
a.    Diagnosa
Ibu G1P0A0 dengan usia kehamilan 40 minggu 1 hari tunggal hidup intra uterin presentasi kepala.posisi pu-ka,
Dasar :
DS : - Ibu mengatakan hamil anak pertama, belum pernah melahirkan dan tidak keguguran.
-          Ibu mengatakan HPHT 10-1-2011
                   DO : Pada pemeriksaan didapatkan
a.        Leopoid I  : TFU 31 cm
b.      Leopoid II : PU-KA
c.       Leopoid III  : Persentasi kepala
d.      Leopoid IV  : Divergen, penurunan kepala 4/5
e.       TBJ            : ( TFU – 11 ) x 155
                     : ( 31 – 11 ) x 155
                     : 3100 gram
-DJJ            : DJJ  terdengar di satu tempat sebelah kanan bawah
                       Pusat ibu dengan frekuensi 130 x/menit teratur.
b.   Masalah
Kadang-kadang ibu merasa panas saat BAK
Dasar: Ibu mengatakan kadang-kadang merasa panas saat BAK
c.    Kebutuhan
Penyuluhan tentang pentingnya banyak mengkonsumsi air putih
Dasar: ibu mengeluh rasa panas saat BAK

III.          IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Tidak ada
IV.          EVALUASI KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada
V.             PERENCANAAN TINDAKAN MELIPUTI
1.      Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan kehamilan yang telah dilakukan.
Rasional : agar ibu mengetahui kondisi janin dan dirinya
2.      Jelaskan pada ibu tentang penyebab ketidaknyamanan yang dialaminya
Rasional : agar ibu mengetahui penyebab ketidaknyamanan yang dialaminya saat ini
3.      Beritahu ibu tentang tanda tanda persalinan
Rasional : agar ibu mengerti tentang tanda tanda persalinan
4.      Beritahu ibu tentang persiapan persalinan
Rasional : agar ibu dapat mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan saat persalinan
5.      Anjurkan ibu untuk segera datang ke petugas kesehatan apabila sudah terdapat tanda tanda persalinan.
Rasional : agar proses persalinan dapat segera ditolong oleh petugas kesehatan

VI.             PELAKSANAAN
1.                                                                                                Menjelaskan hasil pemeriksaan dan keadaan kehamilan ibu saat ini, baik TD, pertambahan BB, suhu dan pernapasan dalam batas normal. Menjelaskan bahwa kehamilan ibu normal , janin sehat, letak janin normal dan kepala sudah masuk PAP. Ibu tidak perlu khawatir dengan keadaan janin dan dirinya
2.                                                                                                Menjelaskan kepada ibu penyebab ketidaknyamanan yang dialaminya saat ini  karena kurangnya asupan air putih
3.                                                                                                Memberitahukan ibu tentang tanda tanda persalinan, diantaranya :
-          Perut mulas secara teratur , mulasnya sering dan lama
-          Nyeri melingkar dari punggung menjalar ke perut bagian depan
-          Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir
-          Keluarnya air ketuban dari jalan lahir
4.                                                                                                Memberitahu ibu tentang persiapan persalinan
-          Menjelaskan dan memberitahukan perlengkapan apa saja yang harus dipersiapkan pada proses persalinan
-          Mempersiapkan tempat bersalin atau penolong persalinan yang memadai
-          Mempersiapkan transportasi ke tempat persalinan
-          Menyiapkan biaya yang dibutuhkan dalam proses persalinan
-          Memberitahu keluarga terutama suami agar mendampingi ibu dalam menghadapi proses persalinan
-          Menyiapkan donor darah
5.                                                                                                Menganjurkan ibu untuk segera datang ke petugas kesehatan apabila sudah terdapat tanda tanda persalinan agar proses  persalinan dapat segara ditolong oleh petugas kesehatan

VII.          EVALUASI
1.      Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
2.      Ibu sudah mengerti penyebab ketidaknyamanan yang dialaminya saat ini
3.      Ibu sudah mengetahui tentang tanda-tanda persalinan
4.      Ibu bersedia untuk mempersiapkan persiapan persalinan
5.            Ibu bersedia untuk segera datang ke petugas kesehatan apabila sudah ada tanda tanda persalinan